Lebih dari Sekadar Nulis:
Copywriter Bikin Audiens Tertarik Dari Kata-kata
Sebagai copywriter, aku punya tugas utama untuk menulis copy dan konten untuk berbagai klien yang pengen websitenya makin optimal di mesin pencari. Ibaratnya, copywriter itu partner pentingnya tim SEO buat bantu halaman bisa nongkrong di page pertama Google.
Tapi gak cuma soal ranking, aku juga fokus bikin tulisan yang bisa menyentuh dan menarik perhatian audiens. Jadi, tiap kata yang ditulis bukan cuma enak dibaca, tapi juga bisa bikin orang makin kenal dan tertarik sama brand. Penasaran? Yuk kenalan!
Gimana cara menyesuaikan gaya tulisan dengan tone brand yang berbeda-beda?
Menurutku, hal paling penting itu harus tahu dulu siapa target audiens dari tiap brand. Jadi, aku selalu mulai dengan riset tentang goals brand-nya, siapa yang mereka tuju, dan gimana karakter produknya. Dari situ baru deh bisa nentuin tone of voice yang paling pas buat mereka. Awalnya mungkin agak tricky, tapi lama-lama seru banget karena rasanya kayak punya kepribadian berbeda di setiap project.
Kamu lebih suka nulis buat brand besar atau brand kecil yang masih berkembang?
Dua-duanya. Soalnya, masing-masing punya tantangan seru yang beda. Dari pengalamanku, brand besar biasanya udah punya guideline dan karakter kuat, jadi aku harus lebih hati-hati menyesuaikan tone of voice-nya. Sementara brand kecil justru kasih ruang buat cobain ide baru dan bereksperimen dengan gaya copy yang lebih bebas dan kreatif.
Menurut kamu, apa sih bedanya nulis buat awareness campaign sama buat conversion?
Menurutku, nulis buat awareness campaign itu fokusnya lebih ke ngenalin brand ke audiens biar mereka mulai kenal dan tertarik. Gaya bahasanya lebih soft-selling, bisa lewat konten edukatif, informatif, atau yang bantu nyelesain masalah audiens tanpa terasa jualan banget. Sementara kalau conversion, tujuannya agar audiens langsung ambil tindakan. Jadi, gaya tulisannya lebih to the point dan hard-selling.
Cerita dong, gimana awalnya kamu tertarik jadi copywriter?
Awalnya semua berawal dari hobi baca, yang lama-lama bikin aku sadar kalau ternyata aku juga suka banget nulis. Karena penasaran, aku coba masuk ke dunia digital marketing, eh malah ketagihan. Serunya terasa banget, apalagi bisa belajar gimana cara bikin orang tertarik cuma lewat rangkaian kata di dunia digital.
Apa sih serunya kerja di Whello?
Menurutku yang bikin seru kerja di Whello adalah kita gak cuma nulis, tapi juga belajar memahami berbagai brand, audiens, dan cara berkomunikasi yang paling pas buat tiap klien. Plus, aku bisa lihat langsung gimana tulisanku bener-bener ngaruh ke bisnis klien.



























